Showing posts with label Hari Kesehatan Gigi dan Mulut. Show all posts
Showing posts with label Hari Kesehatan Gigi dan Mulut. Show all posts

Tuesday, 11 September 2018

5 Tips Mencegah Munculnya Plak Gigi


Setujukah Anda bahwa kepercayaan diri akan meningkat bila Anda memiliki gigi putih dan sehat saat tersenyum? Bila iya, coba bayangkan jika gigi Anda dipenuhi oleh plak? Tentunya plak gigi yang menempel bisa mengurangi rasa percaya diri saat tersenyum atau tertawa lebar karena takut terlihat oleh lawan bicara.

Munculnya plak gigi biasanya disebabkan oleh banyaknya bakteri yang menumpuk di gigi Anda. Makin lama, plak pada gigi akan menimbulkan pembusukan dan penyakit gusi.

Nah, agar hal itu tidak terjadi, dikutip dari WebMD, Anda bisa melakukan cara-cara di bawah ini demi mencegah plak gigi.

1. Sikat gigi minimal 2 kali sehari

Dari kecil Anda diajarkan untuk menyikat gigi setidaknya 2 kali sehari. Perlu diingat juga bahwa menyikat gigi sehabis makan juga memberikan efek yang lebih baik. Sebab pertumbuhan plak setelah makan langsung dihalangi oleh proses pembersihan gigi.

Menyikat gigi sebelum tidur juga sangat direkomendasikan. Karena saat Anda tertidur, apalagi tanpa membersihkan gigi terlebih dahulu, bakteri-bakteri akan berkembang sepanjang malam dan akhirnya dapat menimbulkan plak.

Selain memperhatikan frekuensi dan waktu untuk menyikat gigi, perhatikan pula sikat gigi Anda. Gunakan sikat gigi berbulu halus supaya dapat membersihkan sela-sela gigi secara optimal dan tidak melukai gusi.

Bagi Anda yang jarang mengganti sikat gigi, hilangkanlah kebiasaan itu. Sebab, bila bulu sikat sudah kasar dan tersebar, proses menyikat gigi tak akan efektif untuk menghilangkan bakteri. Gantilah sikat gigi setiap 3 sampai 4 bulan sekali.

Setelah memperhatikan frekuensi, waktu, dan sikat giginya, kini Anda juga harus tahu cara menyikat gigi yang benar agar plak tidak bersarang di gigi Anda.
  • Saat menyikat, peganglah gagang sikat gigi pada sudut 45 derajat ke arah gigi dan gusi.
  • Gerakkanlah sikat tersebut secara melingkar untuk membersihkan permukaan gigi. Ingat, lakukanlah secara lembut, bukan asal dan kasar.
  • Bersihkan pula permukaan samping dan bagian dalam gigi.
  • Tutup mulut Anda saat sedang menyikat gigi.
  • Jangan lupa juga untuk menyikat perlahan pada permukaan lidah untuk menghasilkan napas yang lebih segar.
  • Sikatlah gigi Anda selama 2 menit untuk hasil yang optimal.
2. Fokuskan pada sela gigi

Meskipun Anda rajin membersihkan permukaan gigi, plak tetap masih bisa muncul bila Anda luput membersihkan sela-selanya. Untuk itu, jangan lupa bersihkan sela-sela gigi dengan cermat. Bila perlu, gunakan benang gigi atau dental floss. Disarankan, setidaknya Anda menggunakan benang tersebut sekali dalam sehari.

Jika benang gigi bukan menjadi opsi favorit Anda, berkumurlah dengan cairan water flosser atau gunakan pembersih plak gigi yang terbuat dari kayu (wooden plaque remover). Anda bisa melakukan hal itu sebelum atau sesudah menyikat gigi.

3. Rajinlah berkumur

Berkumur-kumur setelah makan sebenarnya bukanlah hal yang jorok. Meski begitu, ada sebagian orang yang menganggapnya sebagai hal yang tidak sopan. Padahal dengan berkumur, itu adalah upaya untuk membersihkan mulut dan gigi yang paling sederhana.

Bersihkanlah gigi dan mulut Anda dengan cara berkumur menggunakan obat kumur antibakteri. Sebab, selain membuat napas lebih segar, obat kumur antibakteri membuat plak-plak yang membandel pada gigi jadi lebih mudah untuk disikat dan dihilangkan.

Meski begitu, jangan terlalu sering berkumur dengan obat kumur antibakteri yang mengandung alkohol, sebab mulut Anda akan terasa kering dan kekurangan air liur. Padahal, air liur juga baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Supaya tak salah dalam memilih obat kumur, konsultasikanlah dulu ke dokter gigi Anda.

4. Jauhi gula dan pati

Dilansir dari WebMD, banyaknya gula yang tertinggal pada gigi akan meningkatkan bakteri penyebab plak. Menyantap makanan atau minuman manis, misalnya permen, softdrink, minuman beralkohol dan makan makanan asam terlampau sering nyatanya dapat menyebabkan pembusukan pada gigi.

Tak hanya gula, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung pati atau tepung seperti keripik dan roti pun juga dapat menyebabkan munculnya plak yang membandel.

5. Kunjungi dokter gigi sebelum muncul masalah

Sering kali Anda berkunjung ke dokter gigi saat gigi telanjur bermasalah, misalnya saja gigi berlubang. Ada baiknya pergilah ke dokter gigi sebelum permasalahan gigi terjadi agar dokter bisa menanganinya lebih dini.

Terkadang, padatnya aktivitas membuat Anda lupa untuk memperhatikan kesehatan gigi dan mulut serta membersihkan gigi secara maksimal. Akibatnya, timbul plak gigi. Apabila belum ada waktu atau tempat yang pas untuk melakukannya, setidaknya berkumurlah dan kunyah permen karet tanpa gula untuk membersihkan mulut dan gigi untuk menghindari menumpuknya plak pada gigi.

Benarkah Madu Rentan Picu Kerusakan Gigi?


Apakah Anda termasuk penggemar madu? Ya, bahan makanan alami yang satu ini memang terkenal sangat manis dan bikin ketagihan. Faktanya, madu merupakan pemanis alami yang produksinya dibantu oleh lebah dan memiliki kandungan pH yang asam.

Madu tidak memiliki masa kedaluwarsa, yang artinya akan tahan selama-lamanya asalkan disimpan dengan baik dan benar, yaitu di wadah tertutup rapat yang kering dan terhindar dari panas.

Selain rasa yang manis dan tak punya masa kedaluwarsa, madu kaya akan manfaat dan gizi yang baik untuk kesehatan. Berdasarkan penjelasan dr. Nitish Basant Adnani, kandungan hidrogen peroksida dan tingkat keasaman alami pada madu terbukti dapat mencegah proses pertumbuhan bakteri.

“Maka dari itu, madu menjadi salah satu bahan alami yang terbukti efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka maupun mengatasi keluhan di lambung. Salah satu uji klinis menunjukkan, beberapa jenis madu efektif dalam menghambat pertumbuhan puluhan jenis bakteri termasuk E. coli dan Salmonella,” ujar dr. Nitish.

Meski khasiatnya nyata, tak sedikit orang yang berpikir bahwa madu sama seperti pemanis jenis lain yang mampu memberikan dampak buruk pada kesehatan. Salah satu efek samping yang disebut ada pada madu adalah menyebabkan kerusakan gigi. Bagaimana penelitian berbicara?

Fakta tentang madu dan kerusakan gigi

Angapan yang menyebutkan bahwa madu dapat menyebabkan kerusakan gigi adalah fakta. Ini karena madu mengandung persentase yang sangat tinggi dari gula alami. Kandungan itu dapat memicu erosi asam pada gigi. Parahnya, madu juga dapat menempel di gigi dan bagian dalam mulut lebih lama, sehingga meningkatkan kemungkinan gigi rusak.

Melansir dari Livestrong, gigi Anda terdiri dari empat lapisan utama. Enamel di bagian luar gigi menawarkan permukaan pelindung yang keras untuk mengunyah dan menggigit makanan. Sementara dentin―lapisan yang lebih lembut―terletak di bawah enamel.

Lapisan atas tersebut melindungi pulpa pada bagian bawah, tempat terdapat saraf dan darah. Sementara itu, akar gigi terdapat di bagian pangkal. Kerusakan gigi mengikis setiap lapisan, sehingga bisa mencapai hingga ke akar.

Sederet peristiwa itu mampu menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit yang parah. Bakteri dalam mulut dapat menciptakan kadar asam yang menyerang gigi, terutama ketika Anda makan gula seperti yang ditemukan dalam madu.

Efek jangka panjang konsumsi madu

Perlu Anda ketahui, konsumsi madu secara berlebihan tidak hanya menyebabkan kerusakan gigi. Berdasarkan pemaparan dr. Kartika Mayasari, hal tersebut juga dapat memicu:
  • Masalah lambung, yang meliputi kram perut, kembung, dan diare. Hal ini disebabkan oleh kandungan fruktosa pada madu yang akan menyebabkan terganggunya kemampuan usus untuk menyerap nutrisi, sehingga dapat menyebabkan nyeri perut berkelanjutan.
  • Timbulnya masalah pada saluran pencernaan. Kemampuan usus untuk menyerap nutrisi juga akan mengalami gangguan secara permanen. Selain itu, yang lebih berbahaya adalah terjadinya ketidakpekaan insulin yang bisa menyebabkan jumlah gula dalam darah meningkat, hingga berujung pada diabetes melitus tipe 2.
Mengetahui bahwa madu bisa menyebabkan kerusakan gigi dan segudang masalah kesehatan lain, tak ada salahnya bagi para pecinta madu untuk membatasi konsumsi pemanis alami yang satu ini. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan sangat tidak baik bagi kesehatan. Jadi, jangan lagi konsumsi madu terlalu banyak, ya.