Showing posts with label Saluran cerna. Show all posts
Showing posts with label Saluran cerna. Show all posts

Monday, 11 February 2019

Khasiat Luar Biasa Buah Tomat yang Perlu Anda Tahu


Buah tomat yang kaya manfaat sudah sejak dulu dipakai sebagai pelengkap rasa di hampir setiap hidangan. Cita rasanya yang gurih dan sedikit asam memang diketahui mengandung senyawa serupa umami, zat yang ada dalam monosodium glutamate (MSG).

Bedanya, kandungan umami dalam tomat terbentuk lebih alami, sehingga dipercaya lebih bersahabat untuk kesehatan tubuh. Maka tidak heran bila tomat kerap kali menjadi andalan para ibu dalam mengolah setiap jenis masakan.

Selain kaya dalam hal rasa, tomat juga ternyata menyimpan beragam manfaat untuk kesehatan. Mulai dari menjaga kesehatan saluran cerna, menangkal penuaan dini hingga menurunkan risiko serangan jantung. Berikut ini adalah berbagai khasiat buah tomat yang perlu Anda ketahui:

1. Sumber antioksidan

Semakin merah warna sebuah tomat, semakin tinggi pula kandungan lycopene di dalamnya, sebagai antioksidan yang sangat diperlukan tubuh untuk memerangi radikal bebas. Tidak hanya tomat segar, olahan tomat seperti saus tomat juga mengandung antioksidan yang serupa.

Selain lycopene, warna merah tomat juga mencerminkan tingginya kandungan beta karoten. Keduanya memegang peranan kunci dalam menjaga kesehatan jantung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar lycopene dan beta karoten yang rendah pada tubuh dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung di kemudian hari.

2. Menjaga kesehatan saluran cerna

Dalam 1 buah tomat berukuran sedang, terkandung serat sebanyak 1.5 gram. Kandungan serat ini sangat baik untuk menjaga kelancaran dan kesehatan saluran cerna dalam menghindari sembelit. Bagi Anda yang ingin menjaga berat badan tetap stabil, tomat juga menjadi kuncinya.

Selain kalorinya yang hanya 22 kal dalam 1 buah tomat, kandungan serat di dalamnya juga berperan penting menjaga kestabilan kadar gula darah, yang menjadi salah satu upaya menurunkan risiko kegemukan dan diabetes di kemudian hari.

3. Mempertahankan keremajaan kulit

Di samping kesehatan jantung, otak dan juga saluran cerna, konsumsi tomat juga ternyata dapat memberikan manfaat pada kulit Anda. Seperti yang Anda ketahui, salah satu biang kerok penuaan dini pada kulit adalah radikal bebas.

Radikal bebas ini dapat diproduksi oleh tubuh saat sedang sakit, stres, maupun akibat dari polusi lingkungan sekitar. Untuk menangkalnya, diperlukan antioksidan dalam jumlah yang cukup. Tomat adalah salah satu sumber antioksidan yang melimpah.

Selain itu, tomat juga mengandung antioksidan naringenin dan asam klorogenik yang berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit, serta menghindari diri dari kerutan dan penuaan dini.

4. Sumber berbagai vitamin dan mineral

Dari konsumsi sebuah tomat, seseorang tidak hanya mendapatkan manfaat antioksidan dan serat namun juga berbagai vitamin dan mineral yang ada di dalamnya.

Tomat mengandung vitamin C yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh, potassium yang penting untuk mengontrol tekanan darah, vitamin K yang bekerja menjaga kelancaran proses pembekuan darah, serta asam folat yang mengatur proses pembentukan sel dan regenerasinya. Lengkap bukan?

Seluruh manfaat tomat ini dapat diperoleh, baik dalam bentuk segar maupun produk olahannya. Namun, manfaatnya akan lebih maksimal bila dibarengi dengan pola hidup yang sehat, yaitu istirahat cukup, olahraga rutin dan asupan berbagai zat gizi lainnya.

Jadi mulai sekarang jangan ragu lagi untuk menambahkan buah tomat dalam menu makanan maupun minuman harian Anda. Segar, sehat, nikmat dan pastinya kaya manfaat.

Friday, 14 September 2018

Jangan Menahan Kentut Jika Tak Ingin Mengalami Ini


Kentut atau buang angin adalah mekanisme tubuh yang normal. Kondisi ini terjadi ketika gas dari saluran pencernaan berhasil ke luar melalui lubang dubur. Pada orang sehat usia 21–59, sebuah studi mengatakan bahwa mereka bisa kentut hingga 10 kali per hari.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, buang angin dikatakan normal jika jumlahnya tak melebihi 10 kali dalam sehari. Bila lebih dari itu, mungkin ada gangguan kesehatan yang sedang terjadi.

“Penyakit saluran cerna seperti gangguan pada kandung empedu bisa menyebabkan kentut berlebih. Begitu pula dengan kondisi yang bukan penyakit, seperti mengonsumsi makanan tertentu, menelan udara terlalu banyak, dan lainnya,” ungkap dr. Resthie.

Bahaya menahan kentut

Memang, kentut berlebih bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan. Namun bukan berarti Anda bisa menahan kentut agar tetap di dalam saluran pencernaan. Faktanya, menahan kentut adalah tindakan yang tidak dianjurkan dari sisi medis.

Menahan kentut dapat menyebabkan tekanan dan rasa tidak nyaman bagi tubuh. Gas yang tertahan dalam usus dapat memicu distensi abdomen, dimana gas terserap ke dalam sirkulasi dan diembuskan melalui napas Anda.

Dilansir dari Newsweek, gas dalam usus berasal dari sumber yang berbeda―seperti menelan udara atau karbon dioksida yang dihasilkan ketika asam lambung bercampur dengan bikarbonat di usus kecil, juga hasil produksi oleh bakteri yang terletak di usus besar. Sementara itu, penumpukan gas usus dengan menahan kentut dapat menyebabkan kembung hingga nyeri.

Gangguan kesehatan akibat menahan kentut

Selain kondisi di atas, menahan kentut juga dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan sebagai berikut :

Keracunan gas

Salah satu unsur pada kentut adalah metana. Jika tidak dikeluarkan dari dalam tubuh, unsur tersebut akan terus bertambah dan dapat berubah menjadi racun. Oleh karena itu, sering menahan kentut kerap dikaitkan dengan kejadian keracunan.

Terkait keracunan gas akibat sering menahan kentut, para ahli masih memperdebatkan hal ini. Namun tak ada salahnya untuk selalu waspada akan bahaya tersebut.

Wasir

Saat Anda menahan kentut, otot anus akan menegang dan pembuluh darah akan melebar. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, wasir tak bisa dihindari lagi.

Penderita wasir akibat terlalu sering menahan kentut akan mengalami buang air besar berdarah, gatal pada anus, nyeri saat duduk, dan berisiko tinggi mengalami anemia bila keluhan tak segera diatasi.

Infeksi divertikulosis

Sering menahan kentut membuat usus tertekan oleh sejumlah gas yang terperangkap. Pada kasus tertentu, tekanan ini dapat memicu timbulnya kantung pada dinding usus yang disebut divertikula. Kantung-kantung tersebut dapat terkena infeksi kuman dan menyebabkan divertikulosis.

Divertikulosis sering terjadi tanpa gejala yang spesifik. Namun pada beberapa pasien, kondisi ini dapat menyebabkan keluhan perut kembung, nyeri, sensitif atau kram, demam menggigil, diare dan sembelit, serta mual maupun muntah.

Peritonitis

Penyakit ini disebabkan akibat adanya peradangan pada jaringan yang melapisi dinding bagian dalam perut (peritoneum). Peritonitis merupakan salah satu komplikasi yang terjadi akibat infeksi divertikulosis kronis.

Daripada mengundang masalah kesehatan yang telah disebutkan di atas, akan lebih baik bila Anda tak lagi menahan-nahan kentut. Jika Anda sekiranya merasakan adanya dorongan gas dari saluran cerna, segera bergerak ke tempat yang membuat Anda untuk  kentut dengan leluasa.

Jika malu melakukan itu, dr. Resthie memberikan saran bahwa Anda wajib membatasi atau menghindari sama sekali makanan maupun minuman yang merangsang gas seperti kol, sawi, dan minuman bersoda. Di samping itu, Anda juga sebaiknya tidak mengonsumsi obat yang mengandung laktulosa atau sorbitol jika tak ada indikasi khusus.

“Hindari juga aktivitas yang dapat meningkatkan suplai udara ke dalam saluran cerna,” jelas dr. Resthie.

Setelah mengetahui fakta medis ini, diharapkan Anda tak lagi menahan kentut apalagi hingga berlarut-larut. Carilah tempat aman, dan segera lepaskan dorongan gas yang ada di saluran cerna Anda. Bukankah bisa kentut itu melegakan?