Showing posts with label sistem imun. Show all posts
Showing posts with label sistem imun. Show all posts

Thursday, 9 August 2018

6 Makanan untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Ibu Hamil


Masa kehamilan adalah momen sangat penting bagi para calon ibu. Berbagai cara dilakukan ibu hamil untuk menjaga kehamilannya tetap sehat dan janin yang dikandungnya tumbuh sehat. Untuk itu, agar tak mudah tertular penyakit, saat hamil Anda membutuhkan daya tahan tubuh yang prima.

Sayangnya, berdasarkan survei yang dilakukan oleh American Baby, meskipun ibu hamil sudah berusaha untuk mengonsumsi makanan sehat, nyatanya sekitar 80 persen masih tergoda untuk minum alkohol, serta 63 persen di antaranya malas mengonsumsi buah dan sayuran.

Jika dibiarkan, hal ini bisa cukup berbahaya bagi kondisi janin. Oleh sebab itu, saat hamil Anda harus memotivasi diri untuk mengonsumsi makanan sehat dan menjauhkan diri dari kebiasaan buruk seperti konsumsi alkohol dan rokok.

Menu sehat untuk tingkatkan daya tahan tubuh ibu hamil

Dengan cukup beristirahat dan aktif bergerak, risiko tertular penyakit selama kehamilan memang menjadi lebih kecil. Namun, Anda tak boleh melupakan satu hal, bahwa asupan nutrisi juga turut berperan dalam menjaga daya tahan tubuh ibu hamil.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang direkomendasikan untuk banyak dikonsumsi selama kehamilan agar daya tahan tubuh Anda meningkat, dan perkembangan janin pun sehat.

1. Daun kenikir

Dilansir dari Babyologist, daun kenikir mengandung vitamin A, C dan E. Vitamin C dapat membantu meningkatkan sistem imun ibu hamil, sedangkan vitamin A dan E membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

2. Stroberi

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, sifat asam dan kandungan vitamin C yang tinggi dalam stroberi, juga dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Hal ini membantu memelihara daya tahan tubuh ibu hamil.

3. Brokoli

Sayuran ini kaya akan vitamin dan mineral. Dijelaskan oleh dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter, brokoli dengan kandungan vitamin A, C, E, antioksidan dan serat menjadi salah satu makanan tersehat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil.

4. Bayam

Berdasarkan infografik dari situs kesehatan Healthspan UK, bayam tak hanya kaya akan vitamin C, namun juga mengandung berbagai zat antioksidan dan beta-karoten yang dapat meningkatkan kemampuan sistem imun tubuh dalam melawan infeksi.

5. Zaitun

Dilansir dari Babymed, 60 persen kondisi sistem kekebalan tubuh bergantung pada kesehatan sistem pencernaan. Jadi, sangat penting untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Asam lemak yang terdapat pada buah zaitun dapat mendukung sel-sel yang melapisi dinding saluran usus agar tetap sehat.

6. Almond

Menurut seorang pakar gizi asal Inggris bernama Dr. Marilyn Glenville, kacang-kacangan memang sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Bahan makanan ini dapat membantu menangkal virus masuk ke dalam tubuh dan mempercepat pemulihan bila terlanjur terinfeksi.

Namun, almond merupakan jenis kacang terbaik yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil. Dengan mengonsumsi kacang almond, ibu hamil akan terhindar dari pilek dan flu.

Tak hanya itu, kacang almond merupakan sumber alami asam folat yang membantu perkembangan otak dan sistem saraf janin dapat berkembang dengan baik, serta membantu mencegah bayi lahir dengan cacat tabung saraf.

Kondisi ibu hamil yang tidak prima dapat membuatnya rentan tertular berbagai virus dan penyakit. Untuk menjaga daya tahan tubuh Anda agar tetap prima selama masa kehamilan, konsumsilah berbagai makanan yang telah disarankan oleh para ahli seperti yang telah dijelaskan di atas.

Wednesday, 8 August 2018

Anda Alergi Obat? Kenali Tanda-Tandanya


Kehadiran obat sangat membantu mengatasi berbagai keluhan dan penyakit. Meski demikian, konsumsi obat juga dapat memberikan efek yang tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Hal ini biasa disebut sebagai alergi obat. Kondisi ini tidak termasuk kegagalan obat bekerja, overdosis obat, dan penyalahgunaan obat.

Selain alergi obat, ada juga intoleransi obat yang justru memunculkan semua efek samping yang tidak diinginkan setelah konsumsi obat. Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh atau masalah dalam metabolisme tubuh.

Contoh dari intoleransi obat misalnya keluhan mual yang muncul setelah konsumsi obat antinyeri opioid.

Dari semua efek berlawanan yang timbul setelah konsumsi obat, diperkirakan hanya 5 hingga 10 persen yang disebabkan oleh alergi terhadap obat tersebut. Reaksi alergi adalah respons abnormal dari sistem imun (kekebalan tubuh) terhadap zat yang umumnya tidak berbahaya. Pada kasus ini terjadi respons abnormal sistem imun terhadap obat.

Berbagai bentuk reaksi alergi akibat konsumsi obat

Umumnya, pada kasus alergi obat, keluhan tidak muncul saat pertama kali mengonsumsi obat tersebut. Biasanya kekebalan tubuh akan memberikan respons abnormal (misalnya dengan pembentukan antibodi terhadap obat tersebut) saat paparan pertama dengan obat pencetus alergi.

Selanjutnya, saat konsumsi obat berikutnya, respons imun akan melawan zat dalam obat, sehingga dapat timbul keluhan. Respons imun tersebut bisa muncul dalam berbagai bentuk. Berikut ini adalah di antaranya:

1. Reaksi yang dimediasi IgE

IgE yaitu sejenis antibodi yang diproduksi sistem kekebalan tubuh setelah paparan pertama dengan obat. Pada paparan selanjutnya dengan obat yang sama, antibodi ini akan mengenali obat dan memerintah sel imun untuk memproduksi mediator, sehingga timbul gejala dalam 1-2 jam kemudian.

Gejala yang dapat timbul antara lain gatal pada kulit, muncul biduran ataupun ruam pada kulit, bengkak pada mulut, bengkak pada lidah, bengkak pada mata, kesulitan bernapas, mengi, muntah, dan sebagainya. Terkadang seseorang yang memiliki alergi juga dapat mengalami reaksi anafilaksis, yaitu reaksi alergi serius yang dapat mengancam nyawa.

2. Reaksi hipersensitivitas yang terlambat (delayed)

Pada reaksi ini, sel T dari sistem imun yang memerintah pembentukan mediator. Reaksi yang muncul dikatakan terlambat, karena umumnya keluhan akan dirasakan dalam beberapa hari hingga minggu setelah paparan dengan obat.

Gejala yang dapat timbul antara lain ruam gatal pada kulit (dapat rata atau menonjol), luka berbentuk melepuh pada area mulut, lesi pada kulit berupa memar, dan lain-lain. Pada beberapa kasus dapat juga timbul masalah ginjal, jantung, paru-paru, mata, atau sistem pencernaan.

3. Reaksi kompleks imun

Reaksi ini muncul saat antibodi berikatan dengan obat dan membentuk kompleks imun. Gejala yang timbul umumnya muncul lesi kulit serupa biduran yang terasa nyeri, lesi kulit yang tampak seperti memar, nyeri sendi, bengkak pada sendi, demam, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Beberapa jenis obat-obatan memang lebih berpotensi menyebabkan reaksi alergi daripada jenis obat lainnya. Namun, tidak berarti akan menimbulkan alergi obat pada semua orang.

Anda dapat lebih waspada apabila akan mengonsumsi obat-obatan antibiotik, aspirin dan OAINS (Obat Anti Inflamasi Non-Steroid), obat anti kejang, kemoterapi, dan terapi antibodi monoklonal.

Jika Anda merasakan keluhan setelah mengonsumsi obat tertentu, segera hentikan pemakaian obat tersebut dan konsultasikan dengan dokter yang meresepkan obat untuk Anda. Jika terbukti Anda memang memiliki alergi obat, hindari pemakaian obat tersebut dan sampaikan kondisi Anda setiap kali berobat.